Wujudkan Eco-Collaborative Village: KKN-TK Kelompok 17 Unigoro bersama PKK Napis Sulap Jagung Jadi Peluang Usaha Desa

Jul 21, 2026 - 19:42
Jul 21, 2026 - 19:56
 0  36
Wujudkan Eco-Collaborative Village: KKN-TK Kelompok 17 Unigoro bersama PKK Napis Sulap Jagung Jadi Peluang Usaha Desa
Tim KKN-TK Kelompok 17 Unigoro, Chef Mulyadi, dan ibu-ibu PKK Desa Napis menunjukkan kemasan produk olahan jagung hasil pelatihan.

BOJONEGORO, lensanarasi.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) Kelompok 17 Universitas Bojonegoro (Unigoro) bersama Tim Penggerak PKK Desa Napis menggelar pelatihan pembuatan mi jagung dan Happy Corn (tortilla jagung) di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Selasa (21/7/2026). Mengusung tema 'Eco-Collaborative Village', kegiatan yang diikuti 17 ibu PKK ini bertujuan menyulap komoditas jagung lokal menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi.

Persiapan program ini dilakukan secara terukur. Sebelum terjun ke desa, seluruh anggota kelompok telah lebih dulu mengikuti pembekalan pengolahan pangan di 'Omah Menyok', Dander, pada Senin (13/7/2026) bersama instruktur Agitya Kristantoko. Bekal tersebut kemudian diterapkan dalam pelatihan di Desa Napis dengan menghadirkan Chef Mulyadi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro sebagai pendamping teknis.

Ketua Kelompok 17 KKN-TK Unigoro, Ari Wibowo, menyampaikan bahwa bekal keterampilan tersebut membuat timnya lebih percaya diri saat melatih warga, dengan harapan hasil panen jagung yang selama ini dijual mentah dapat memiliki nilai tambah.

Tidak hanya berfokus pada teknik memasak, mahasiswa KKN Kelompok 17 juga membekali peserta dengan pemahaman legalitas usaha, mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), strategi branding, hingga proses sertifikasi halal hasil kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag).

Pendamping teknis acara, Chef Mulyadi, berharap keterampilan yang didapatkan warga tidak berhenti sebatas agenda pelatihan semata.

"Kami sebagai mentor berharap pelatihan ini tidak sekadar berhenti di tempat ini saja. Diharapkan semangat untuk meneruskan inovasi olahan pertanian menjadi bahan makanan bernilai jual ini terus berkembang dan makin maju di Desa Napis," ujar Chef Mulyadi.

Mewakili peserta, pengurus PKK Desa Napis, Bu Ruli, mengapresiasi peningkatan kualitas hasil olahan serta materi legalitas yang diberikan.

"Yang berkesan semangat ibu-ibu. Banyak yang antusias mencoba teknik baru dan ingin produknya dikembangkan. Juga penekanan soal pentingnya standar halal dan NIB produk membuat kami lebih serius," tutur Ruli.

Ia juga menegaskan bahwa terdapat perbedaan kualitas yang cukup signifikan pada hasil pelatihan kali ini dibandingkan dengan percobaan mandiri sebelumnya. Menurutnya, hasil olahan yang baru ini jauh lebih layak jual sehingga dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan usaha rumahan serta diversifikasi produk warga.

Sebagai langkah awal, produk mi dan Happy Corn ini akan dibina dan dipasarkan dalam skala kecil di bawah naungan kelompok PKK Desa Napis, guna menjaga keseragaman kualitas dan memudahkan proses sertifikasi, sebelum nantinya dikembangkan sebagai usaha pribadi oleh para anggota. (nov/ant)

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 2
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 1