Tradisi Tahlil Malam Jumat Pahing di Makam Kyai Tameng Jati Tetap Lestari

Jan 30, 2026 - 14:41
 0  18
Tradisi Tahlil Malam Jumat Pahing di Makam Kyai Tameng Jati Tetap Lestari
KHIDMAT: Suasana tahlil rutin malam Jumat Pahing di area Makam Kyai Tameng Jati, Desa Sudah, Kecamatan Malo. Tradisi ini terus dilestarikan warga sejak tahun 2017 sebagai wujud penghormatan kepada leluhur dan penyebar Islam di desa setempat.

BOJONEGORO, Lensanarasi.com — Makam Kyai Tameng Jati yang terletak di Desa Sudah, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, hingga kini masih menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Salah satu tradisi yang terus dijaga adalah rutinan tahlil bersama yang dilaksanakan setiap malam Jumat Pahing.

Pantauan di lokasi pada Jumat Pahing malam, puluhan jamaah dari berbagai kalangan tampak memadati area makam. Mereka mengikuti rangkaian tahlil dan doa bersama dengan khidmat, dimulai selepas salat Isya hingga menjelang tengah malam.

Kyai Tameng Jati, yang juga dikenal dengan nama Abdurrahman Hadi, merupakan tokoh penyebar agama Islam di Desa Sudah yang diyakini datang pada tahun 1230-an. Keberadaan makamnya tidak hanya menjadi situs ziarah religi, tetapi juga simbol sejarah dan spiritualitas masyarakat setempat.

Menurut Andy, putra juru kunci makam, kegiatan tahlil rutin ini telah berlangsung selama sembilan tahun, tepatnya sejak 2017. Selain sebagai sarana mendoakan leluhur desa, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarwarga.
“Kami ingin menjaga tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada beliau sekaligus memperkuat kebersamaan warga,” ujarnya.

Selain warga lokal, kegiatan ini juga kerap diikuti oleh peziarah dari luar desa yang datang untuk berdoa dan mengenal lebih dekat sejarah Kyai Tameng Jati. Hal ini menjadikan makam tersebut sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kecamatan Malo.

Pihak pengelola makam juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat, baik dari dalam maupun luar Desa Sudah, untuk ikut serta dalam rutinan tahlil malam Jumat Pahing. Namun demikian, jamaah diharapkan mengikuti kegiatan sesuai dengan adab dan ketentuan yang berlaku, termasuk bagi perempuan yang tidak sedang dalam kondisi haid.

Juru kunci berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan oleh generasi muda agar nilai-nilai religius dan sejarah tetap terjaga. Rutinan tahlil malam Jumat Pahing di Makam Kyai Tameng Jati menjadi bukti kuatnya tradisi keislaman yang hidup di tengah masyarakat Desa Sudah, sekaligus mencerminkan upaya pelestarian warisan budaya religi. (ynd)

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 1
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 1
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 1