Menguri-uri Tradisi Desa: Mahasiswa Fakultas Hukum Telusuri Pratik Hukum Adat di Empat Daerah
BOJONEGORO, Lensanarasi.com – Mahasiswa Fakultas Hukum semester tiga Universitas Bojonegoro (Unigoro) melakukan penelitian mengenai hukum adat dan tradisi desa yang masih dipegang teguh oleh masyarakat di beberapa daerah, seperti Tuban, Lamongan, Bojonegoro, hingga Tanah Batak. Hasil penelitian ini dipaparkan di Unigoro pada Rabu (22/10/2025).
Di Desa Plumpang, Tuban, mahasiswa bernama Ahmad Zidni Fadlikal Adhim menemukan tradisi Jedora. Tradisi ini berupa rangkaian acara sholawatan dan pembacaan kitab Berzanji yang rutin digelar setiap bulan Maulud sebagai bentuk peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, di Desa Kedungturi, Lamongan, Dita Maratus Sholikha menjelaskan adanya tradisi Guwak Pitik. Tradisi ini dilakukan dengan membuang ayam di area tertentu, umumnya sebelum pernikahan atau saat melewati Gunung Pegat, sebagai ritual tolak bala atau penolak musibah.
Dari Desa Sukowati, Bojonegoro, Vira Yuniar menjelaskan tradisi Sedekah Bumi. Acara syukuran ini diselenggarakan tiga kali dalam setahun dan biasanya dimeriahkan dengan hiburan kesenian rakyat, seperti pertunjukan tayub dan penampilan ledek.
Tradisi yang berbeda datang dari Tanah Batak. Stephanie Simarmata mengenalkan tradisi Mangokkal Holi, sebuah ritual penghormatan terhadap leluhur. Tradisi ini melibatkan penggalian kembali tulang belulang leluhur (eks humasi) untuk kemudian dipindahkan ke makam keluarga yang lebih permanen atau monumen khusus (Tugu/Simin).
Dosen mata kuliah Hukum Adat dan Waris Adat Unigoro, Gunawan Hadi Purwanto, S.H., M.H., menekankan pentingnya pelestarian budaya dalam konteks hukum.
“Tradisi adalah akar dari Indonesia dan harus kita jaga keberlangsungannya. Meskipun era modern sudah berkembang, tradisi dan hukum adat tetap hidup dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi,” tegasnya.
Penelitian mahasiswa ini menjadi langkah konkret dalam memahami nilai-nilai hukum adat dan budaya yang terus diwariskan, menegaskan peran kampus dalam menjaga kekayaan warisan lokal di berbagai daerah di Indonesia. [Vir,Mae]
Apa Reaksi Anda?
Suka
1
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0

