Dekan FISIP Unigoro Soroti Kendala Realisasi PAD Bojonegoro: Masalah SDM hingga Regulasi
BOJONEGORO, lensanarasi.com — Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan komponen vital dalam keuangan daerah. Menanggapi realisasi PAD di Bojonegoro, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bojonegoro, Dr. Ahmad Taufiq, S.H.I., M.Si., menyoroti tantangan serius pada aspek kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM).
Menurut beliau, tantangan utama dalam realisasi PAD terletak pada aspek lembaga dan sumber daya manusia. Beliau menekankan bahwa mengelola distribusi sumber PAD sering dilakukan oleh dinas yang memiliki keterbatasan personal dan kapasitas.
“Target peningkatan PAD tinggi, tapi sumber daya yang tersedia terbatas. Ini menjadi tantangan nyata di lapangan,” ujarnya.
Lebih dalam, ia menekankan pentingnya bekerja sama antar lembaga dan kesadaran kolektif dari seluruh pihak yang terlibat dalam mengelola PAD.
“Semua pihak yang bertanggung jawab atas biaya harus memiliki kesadaran bersama bahwa tujuan utama PAD adalah untuk mendukung pembangunan daerah,” jelasnya.
Beliau juga memberikan tiga langkah upaya dalam peningkatan realisasi PAD:
1. Profesionalisme Pengelolaan
Pengelolaan PAD secara transparan dan akuntabel harus dilakukan supaya dapat membangun kepercayaan pada publik dan masyarakat.
“Kalau masyarakat percaya, mereka akan lebih legowo (suka rela) dalam membayar pajak dan retribusi,” katanya.
2. Penguatan Regulasi dan Inovasi
Beliau menyarankan dilakukannya tinjauan ulang terhadap regulasi yang menjadi penghambat dalam optimalisasi PAD di Bojonegoro, serta sistem pelayanan publik agar terus berinovasi.
3. Pengawasan Partisipatif
Menurut beliau langkah ini juga tidak kalah penting dalam pengelolaan PAD di Bojonegoro. Dalam pengawasan pengelolaan masyarakat sipil, termasuk para aktivis mahasiswa, LSM dan media harus dilibatkan.
“Partisipasi publik penting untuk mencegah penyimpangan dan memastikan PAD digunakan sesuai tujuan yang seharusnya,” tegasnya.
Dengan dilaksanakannya pendekatan secara profesional dan kolaboratif, Beliau percaya serta optimis bahwa PAD di Bojonegoro dapat terealisasi secara berkelanjutan dan berkeadilan.(Glh, Avd)
Apa Reaksi Anda?
Suka
1
Tidak Suka
0
Cinta
1
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
1

