Tutup Program PESMA di Balai Desa Ngunut, Kelompok 6 PESMA UKM P2J Unigoro Serahkan Maggot dan Bibit TOGA

Feb 13, 2026 - 18:59
Feb 13, 2026 - 19:02
 0  22
Tutup Program PESMA di Balai Desa Ngunut, Kelompok 6 PESMA UKM P2J Unigoro Serahkan Maggot dan Bibit TOGA
Kelompok 6 PESMA UKM P2J UNIGORO resmi akhiri kegiatan bersama Sekertaris Desa Ngunut, Kecamatan Dander, (Tungga Trijayanto) Balai Desa Ngunut (13/2/2026). (Foto: Dok. panitia)
Tutup Program PESMA di Balai Desa Ngunut, Kelompok 6 PESMA UKM P2J Unigoro Serahkan Maggot dan Bibit TOGA

BOJONEGORO, Lensanarasi.com — Kelompok 6 UKM P2J Universitas Bojonegoro resmi tutup rangkaian program Sosial Masyarakat (PESMA) di Balai Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Jumat (13/02/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya kegiatan selama lima hari yang difokuskan pada edukasi pengelolaan limbah rumah tangga melalui budidaya maggot dan penanaman TOGA.


Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa memberikan bantuan kepada lima warga yang akan membudidaya maggot di desa setempat. Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung kemandirian pangan daerah melalui pemanfaatan limbah menjadi pakan alternatif.


Sekretaris Desa Ngunut, Tungga Trijayanto, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Beliau menilai inovasi ini selaras dengan program pemerintah daerah.


"Inovasi ini selaras dengan program pemerintah seperti Gayatri (Gerakan Ayo Ternak Ayam Mandiri) dan Kolega (Kolam Lele Keluarga), di mana magot menjadi pakan alternatif bergizi tinggi yang bisa dihasilkan sendiri oleh warga," ujar Tungga.


Tungga menekankan bahwa budidaya ini sangat relevan untuk mengatasi penumpukan sampah domestik yang selama ini belum terkelola dengan maksimal.


"Magot ini adalah solusi untuk pengolahan limbah sampah rumah tangga yang biasanya hanya dibuang dan memenuhi tempat sampah. Sekarang limbah itu bisa diolah menjadi pakan ternak seperti ayam atau lele," tambahnya.


Beliau pun berharap agar ilmu yang telah dibagikan oleh mahasiswa selama lima hari ini dapat terus dipraktikkan oleh masyarakat Desa Ngunut sebagai kebiasaan baru yang produktif.


"Semoga saja apa yang menjadi gagasan dari panjenengan (mahasiswa) ini bermanfaat bagi warga Desa Ngunut. Kami berharap apa yang ditinggalkan hari ini bisa menambah wawasan dan edukasi bagi warga serta anak-anak bahwa tanaman dan limbah ini punya manfaat besar," tutupnya.


Sebagai pelengkap program, mahasiswa juga menyerahkan masing-masing 20 bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di tiga sekolah berbeda, yaitu SDN 1 Ngunut, SDN 2 Ngunut, dan MI Hidata Nurul Hidayah Ngunut. Acara penutupan diakhiri secara resmi oleh Sekretaris Desa Ngunut bersama seluruh anggota kelompok 6. (kee)

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0