Tawa yang Menular: Melunturkan Sekat Lewat Pagi Energik di SDN Sumberagung 2
BOJONEGORO, lensanarasi.com — Keheningan pagi di SDN Sumberagung Dua mendadak pecah, berganti menjadi panggung kegembiraan. Pagi itu, tak ada kening berkerut akibat rumitnya angka-angka matematika. Yang tertinggal hanyalah deru musik energik dan derap langkah kaki mungil yang bergerak kompak mengikuti irama.
Kehadiran Kelompok Dua Program Sosial Masyarakat (PESMA) Universitas Bojonegoro (Unigoro) di sekolah tersebut bukan sekadar untuk menuntaskan program kerja, melainkan untuk menularkan energi.
Senam pagi bersama dipilih menjadi pembuka manis yang sukses melunturkan sekat canggung antara mahasiswa dan para siswa. Di bawah hangatnya pendar matahari pagi, senyum merekah tak henti menghiasi wajah-wajah polos yang antusias mengikuti setiap instruksi gerakan.
Keseruan semakin memuncak kala acara beranjak pada sesi fun game. Melalui dua permainan sederhana—estafet karet dengan sedotan dan estafet bola pingpong dengan sendok—anak-anak ini diajak menyelami makna yang lebih besar dari sekadar urusan menang dan kalah.
Pada permainan estafet karet, konsentrasi menjadi kunci utama. Sorak-sorai dukungan pecah setiap kali karet berhasil berpindah dari satu sedotan ke sedotan lain tanpa terjatuh.
Sementara itu, bola pingpong yang sesekali meluncur jatuh dari atas sendok justru tidak memancing amarah, melainkan menjadi bumbu tawa yang menghangatkan suasana. Di lapangan ini, melatih kesabaran, kerja sama, dan sportivitas adalah tujuan sejatinya.
Bagi Taufikur Rahman, kegiatan ini lebih dari sekadar agenda rutin pengabdian kampus. Sebagai Ketua Kelompok Dua PESMA, ia membawa misi yang jauh lebih dalam: menyemai benih kepercayaan diri dan memupuk rasa kekompakan di hati para siswa sedini mungkin.
Ia berharap, setiap tawa dan peluh yang tumpah hari itu tidak menguap begitu saja, melainkan mengendap menjadi memori indah yang tak lekang oleh waktu.
Pagi itu di Sumberagung bukan hanya bercerita tentang keringat olahraga yang menyehatkan raga. Ini adalah tentang memori indah yang terukir rapi di sela-sela tawa anak-anak yang memenuhi udara sekolah. Sebuah bukti sederhana, bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bisa menjadi pemantik semangat yang tak terlupakan. (psma2)
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0

