Hama Tikus Menggila, Petani Desa Jampet Terancam Gagal Panen Lagi
BOJONEGORO, lensanarasi.com — Sejak tahun lalu, petani di Desa Jampet, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, dibuat resah akibat serangan hama tikus yang kian menjadi-jadi. Mereka mengaku kewalahan menghadapi populasi tikus sawah yang terus meningkat, meski berbagai upaya penanggulangan telah dilakukan.
Salah satu petani setempat, Mbah Rukeni, menduga ledakan populasi ini disebabkan oleh rusaknya rantai makanan di ekosistem sawah.
"Mungkin ini diakibatkan menurunnya populasi ular sawah yang semakin sedikit. Ini yang menyebabkan populasi tikus sawah meningkat," ucap Mbah Rukeni saat ditemui, Jumat (9/1/2026).
Rukeni tidak menampik kekhawatirannya akan ancaman gagal panen jika serangan ini terus berlanjut. Upaya pemasangan pagar pembatas dan penyemprotan pestisida pun dirasa belum membuahkan hasil maksimal.
"Ya, kalau hama tikus semakin meningkat pasti gagal panen lagi. Padahal sudah diupayakan memasang pagar plastik dan disemprot pestisida, tapi tetap tidak berpengaruh," keluhnya.
Meski demikian, para petani enggan mengambil risiko menggunakan jebakan listrik atau metode mahal lainnya.
"Kalau mau pakai jebakan seperti lem atau setrum tikus itu malah lebih bahaya, dan biayanya lebih besar yang dikeluarkan. Jadi untuk sementara kita antisipasi penggunaan pagar plastik saja untuk mengurangi dampaknya," tambahnya.
Kini, para petani di Desa Jampet hanya bisa bertahan dengan metode sederhana yang aman dan minim biaya, sembari berharap serangan hama pengerat ini segera mereda agar kerugian tidak semakin membengkak. [LIF]
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0

