Menelusuri Jejak Kyai Tameng Jati, Tokoh Penyebar Islam di Desa Tertua Bojonegoro

Jan 11, 2026 - 08:15
 0  12
Menelusuri Jejak Kyai Tameng Jati, Tokoh Penyebar Islam di Desa Tertua Bojonegoro
SITUS TERTUA: Suasana kompleks Makam Kyai Tameng Jati (Abdurrahman Hadi) di Desa Sudah, Kecamatan Malo, Bojonegoro. Situs ini diyakini sebagai peristirahatan terakhir salah satu penyebar Islam di Bojonegoro dan termasuk dalam lima makam tertua di wilayah tersebut. ( Foto: Lensa Narasi/GLH )

BOJONEGORO, lensanarasi.com — Desa Sudah, Kecamatan Malo, dikenal sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Bojonegoro. Di desa ini, terdapat situs wisata religi bersejarah, yakni Makam Kyai Tameng Jati atau yang dikenal pula dengan nama Abdurrahman Hadi.

Situs ini merupakan tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh penyebar Islam di wilayah Bojonegoro. Makam Kyai Tameng Jati tercatat sebagai satu dari lima makam tertua di Bojonegoro, bersanding dengan Makam Mbah Wali Kidangan, Mbah Arya Dalem, Mbah Sunan Blongsong, dan Mbah Zakaria.

Andy, putra juru kunci makam, menuturkan bahwa nama "Kyai Tameng Jati" adalah julukan kehormatan dari masyarakat terdahulu bagi sosok yang dianggap penting di wilayah tersebut.

"Julukan itu diberikan karena dulunya Desa Sudah adalah alas (hutan). Karena beliau adalah sosok babat deso (pembuka desa) sekaligus penyebar agama Islam di Desa Sudah, maka diberilah julukan Kyai Tameng Jati,” jelas Andy saat ditemui, Rabu (8/1/2026).

Hingga kini, makam tersebut masih ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Puncaknya terjadi setiap malam Jumat Pahing (dalam kalender Jawa). Masyarakat setempat maupun dari luar daerah rutin menggelar tahlil bersama di area makam.

Misteri Sumur Ki Ronggolo

Daya tarik lain situs ini adalah keberadaan sumur tua di sebelah makam yang diberi nama Sumur "Ki Ronggolo", mengambil nama penemu pertamanya. Dahulu, air sumur tersebut diyakini masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Hingga saat ini, sumur tersebut masih berfungsi. Namun, karena adanya perluasan dan pembangunan area makam, posisi sumur kini berada di dalam bangunan musala.

"Demi menjaga sejarah desa, sumur peninggalan orang terdahulu harus tetap dilestarikan," pungkas Andy. [GLH]

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 3
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 3
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 3