Jejak Sumodikoro Menjadi Sumodikaran: Menggali Ingatan Leluhur di Balik Nama Desa
BOJONEGORO, Lensanarasi.com — Nama bukanlah sekadar sebutan kosong, melainkan monumen ingatan yang merekam perjalanan zaman. Begitu pula dengan Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, yang terus berupaya merawat identitas sejarahnya dari gerusan waktu.
Jauh sebelum dikenal seperti sekarang, wilayah ini menyimpan kisah kepemimpinan yang melegenda sejak era seorang tokoh bernama Lurah Mangkusastro. Di masa itu, desa ini masih menyandang nama Sumodikoro.
Dalam ingatan kolektif warga, Mangkusastro dikenal sebagai sosok lurah seumur hidup yang amat dermawan dan disegani. Gaya kepemimpinannya konon banyak terinspirasi dari jejak langkah Patih Sumodikoro, sebuah nama besar di lingkup Kabupaten Bojonegoro pada masanya. Fondasi kepemimpinan inilah yang menjadi batu pijakan awal perkembangan desa.
Roda zaman pun berputar. Tepat pada tahun 1947, seiring dengan gejolak semangat perubahan pasca kemerdekaan yang tumbuh subur di tengah masyarakat, nama Desa Sumodikoro resmi diubah menjadi Sumodikaran.
Menariknya, perubahan nama tersebut tidak dilakukan sembarangan, melainkan mengambil napas dari dongeng dan cerita tutur yang diwariskan oleh para leluhur desa.
Warji (69), salah satu sesepuh sekaligus staf Balai Desa Sumodikaran, membenarkan kisah panjang tersebut. Pria paruh baya yang masih setia mengabdi untuk desa ini menyebutkan bahwa pergantian nama itu membawa filosofi tersendiri.
“Perubahan nama menjadi Sumodikaran ini adalah simbol semangat baru masyarakat, tanpa harus meninggalkan akar sejarah yang sudah ada,” ungkap Warji dengan tatapan menerawang, Rabu (18/2/2026).
Sebagai saksi hidup yang melihat pergantian generasi di balai desa, Warji menaruh asa yang besar. Ia ingin masyarakat Sumodikaran terus menjaga warisan sejarah lisan ini sebagai identitas desa, sekaligus memperkuat nilai gotong royong warisan Lurah Mangkusastro.
“Saya sangat berharap pada generasi muda saat ini untuk terus menggali dan melestarikan sejarah desanya. Jangan sampai warisan budaya dan ingatan sejarah ini luntur ditelan zaman,” tutur pria ramah tersebut.
Dengan fondasi masa lalu yang kuat dan estafet kepemimpinan yang berkesinambungan, Desa Sumodikaran bersiap menyongsong masa depan. Tumbuh semakin berkembang, tanpa pernah melupakan dari mana akar mereka berasal. (Pesma05)
Apa Reaksi Anda?
Suka
1
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
1

