Menolak Renta: Kisah Warji (69) yang Setia Merawat Asrinya Balai Desa Sumodikaran
BOJONEGORO, Lensanarasi.com — Guratan usia di wajahnya tak mampu menyembunyikan dedikasi yang menyala. Di usianya yang telah menginjak 69 tahun, Bapak Warji tetap konsisten menunjukkan pengabdiannya sebagai tukang kebun di Balai Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander.
Di tengah fisik yang tak lagi muda, ia menolak untuk sekadar berdiam diri. Tangan rentanya terus telaten merawat dan menjaga kebersihan lingkungan pusat pemerintahan desa demi kenyamanan masyarakat.
Setiap pagi, sebelum roda aktivitas desa sibuk berputar, Warji sudah memegang alat kebersihannya. Ia rutin menyapu halaman, memangkas tanaman yang mulai liar, serta memastikan taman balai desa tetap tertata rapi.
Bagi Warji, pekerjaan yang menguras peluh tersebut bukan sekadar rutinitas harian untuk mencari nafkah, melainkan bentuk tanggung jawab dan pengabdian tulusnya kepada desa.
“Saya akan tetap bekerja selama badan saya masih kuat. Selama saya masih mampu, saya ingin balai desa ini selalu terlihat bersih, indah, dan tentunya nyaman,” ujar Warji dengan senyum bersahaja saat ditemui pada Rabu (18/2/2026) lalu.
Sembari menyeka keringat, ia juga menitipkan harapan besar kepada generasi penerus. Warji berharap anak-anak muda di desanya bisa lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Menurutnya, menjaga kebersihan desa bukanlah tugas satu orang, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga.
“Ke depan, saya berharap anak-anak muda mau ikut turun tangan menjaga lingkungan. Kalau desa kita bersih, semua warga juga kan yang merasakan manfaat dan kesehatannya,” imbuh pria ramah ini.
Keberadaan Warji dengan sapu lidinya kini bukan sekadar pemandangan biasa di pagi hari. Dedikasinya terus menjadi inspirasi bisu bagi warga Desa Sumodikaran. Semangatnya membuktikan, bahwa usia senja bukanlah penghalang untuk tetap berkarya dan mengabdi tanpa pamrih bagi masyarakat. (Pesma05)
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
1
Wow
1

