KKN-TK 03 UNIGORO Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro Gelar Sosialisasi Budidaya Sereh di Desa Pejok

Jul 20, 2026 - 23:44
 0  15
KKN-TK 03 UNIGORO Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro Gelar Sosialisasi Budidaya Sereh di Desa Pejok
KKN-TK 03 Universitas Bojonegoro (UNIGORO) bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro dalam menyelenggarakan sosialisasi budidaya tanaman sereh di Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem.

BOJONEGORO, Lensanarasi.com — Mahasiswa KKN-TK 03 Universitas Bojonegoro (UNIGORO) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro menggelar sosialisasi budidaya tanaman sereh di desa Pejok, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (20/7/26). Kegiatan tersebut bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui budidaya tanaman sereh. 

Program ini dilatarbelakangi oleh masih adanya lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Pejok. Tanaman sereh dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, mudah dibudidayakan, biaya perawatan yang relatif rendah, serta memiliki prospek pasar yang luas sebagai bahan baku rempah-rempah, minyak atsiri, hingga produk olahan lainnya.

Kegiatan menghadirkan Bambang Wahyudi, S.P., selaku Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda, Sub Koordinator Tanaman Perkebunan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, sebagai narasumber. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Pejok, Perangkat Desa, Kelompok Tani, masyarakat Desa Pejok, serta Mahasiswa KKN-TK 03 UNIGORO.

Dalam pemaparannya, Wahyudi menjelaskan teknik budidaya tanaman sereh, mulai dari pemilihan bibit, persiapan lahan, teknik penanaman, hingga perawatan tanaman agar menghasilkan panen yang optimal. Ia juga membagikan berbagai tips dan trik dalam mengatasi gulma serta penyakit tanaman sereh. Menurutnya, gulma harus dibersihkan secara rutin agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman maupun penyerapan unsur hara. Selain itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara mengenali gejala awal serangan hama dan penyakit, pentingnya menjaga kebersihan lahan, serta melakukan pemupukan dan perawatan secara berkala. 

"Perawatan yang baik sejak awal menjadi kunci keberhasilan budidaya sereh. Gulma harus rutin dibersihkan dan tanaman perlu dipantau secara berkala agar tumbuh sehat serta menghasilkan panen yang berkualitas," jelasnya.

Selama sesi sosialisasi, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga peluang pengembangan usaha berbasis tanaman sereh. Salah satu peserta, Hari, mengajukan pertanyaan mengenai penyebab tanaman sereh yang sering tidak dapat tumbuh dengan baik pada lahan yang memiliki kandungan pasir tinggi. Menanggapi hal tersebut, Wahyudi menjelaskan bahwa tanah yang didominasi pasir memiliki sifat lebih panas dan kurang mampu menyimpan air serta unsur hara. Akibatnya, apabila kandungan pasir lebih banyak daripada tanah, akar tanaman sereh dapat mengalami kekeringan hingga mati sehingga tanaman tidak mampu tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, Ia menyarankan agar sebelum penanaman dilakukan penambahan bahan organik, seperti pupuk kandang atau kompos, sehingga kemampuan tanah dalam menyimpan air dan unsur hara meningkat serta pertumbuhan tanaman sereh menjadi lebih optimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Pejok dapat memanfaatkan lahan hutan secara lebih produktif melalui budidaya tanaman sereh yang bernilai ekonomis. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program ini juga diharapkan mampu mendukung pengelolaan lahan yang berkelanjutan serta memperkuat potensi pertanian dan kehutanan di Desa Pejok. [Bgs/Sep]

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0