20 Tahun Bertahan, Kacang Goreng 'Arang Batok' Bu Sumari di Sumberarum Punya Rasa Khas
BOJONEGORO, lensanarasi.com — Di tengah maraknya penggunaan mesin modern, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) "Karya Anak Mandiri" (KAM) di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, tetap setia dengan metode tradisional yang unik.
Berbeda dengan penggorengan kacang pada umumnya yang menggunakan kayu bakar atau kompor gas, usaha milik Ibu Sumari (58) ini menggunakan arang batok kelapa sebagai sumber panas utama.
Sumari, yang telah merintis usaha ini sejak 20 tahun silam, mengungkapkan bahwa penggunaan batok kelapa bukan tanpa alasan. Prosesnya dimulai dengan membakar batok hingga menjadi arang, baru kemudian wajan ditaruh di atasnya untuk menyangrai kacang.
"Dengan media pembakaran menggunakan arang batok ini, panasnya lebih stabil dan tidak ada api besar yang menyambar. Hasilnya, kacang matang merata, rasanya lebih gurih, dan tidak mudah gosong," ungkap Sumari saat ditemui, Kamis (12/2/2026).
Metode ini menjadi ciri khas yang membedakan produknya dengan kompetitor lain. "Ini yang membuat rasa kacang kami berbeda," tambahnya.
Harga dan Kemasan
Meski usianya tak lagi muda, semangat Sumari tak surut. Ia kini memfokuskan penjualan pada kemasan menengah ke atas.
"Dulu saya jual kemasan kecil harga Rp1.000 dan Rp2.000, tapi sekarang sudah tidak melayani yang kecil. Faktor usia juga, jadi lebih fokus ke kemasan besar," tuturnya.
Saat ini, Kacang Karya Anak Mandiri tersedia dalam tiga varian kemasan:
Kemasan 2 ons: Rp10.000
Kemasan 2,5 ons: Rp14.000
Kemasan 4 ons: Rp20.000
Ibu dari tujuh anak ini juga menceritakan pasang surut usahanya. Persaingan bisnis kacang goreng di wilayahnya cukup ketat. Bahkan, beberapa mantan karyawannya kini keluar dan mendirikan usaha serupa.
"Banyak pesaing, bahkan ada mantan pekerja saya yang buka sendiri. Tapi rezeki sudah ada yang mengatur, saya tetap semangat menjalaninya sampai sekarang," pungkasnya optimis. (ant)
Apa Reaksi Anda?
Suka
1
Tidak Suka
0
Cinta
1
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
1

