Manfaatkan Pekarangan, Kelompok 4 UKM P2J Unigoro Sosialisasi Jamu Gepyok di Desa Sendangrejo

Feb 10, 2026 - 19:12
Feb 10, 2026 - 20:18
 0  17
Manfaatkan Pekarangan, Kelompok 4 UKM P2J Unigoro Sosialisasi Jamu Gepyok di Desa Sendangrejo
Suasana workshop optimalisasi lahan pekarangan untuk budidaya TOGA yang digelar mahasiswa UKM P2J Unigoro di Balai Desa Sendangrejo. (Foto: Dok. Panitia)

BOJONEGORO, lensanarasi.com – Kelompok 4 Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian, Pengabdian, dan Jurnalistik (UKM P2J) Universitas Bojonegoro menyelenggarakan penyuluhan workshop bertajuk Optimalisasi Pekarangan untuk Budidaya TOGA dalam Mendukung Kesehatan Keluarga. Bertempat di Balai Desa Sendangrejo, Selasa (10/2/2026).

Dihadiri oleh anggota PKK, kelompok tani, serta perwakilan instansi sekolah dasar setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Sosial Masyarakat (PESMA) yang berfokus pada edukasi pemanfaatan tanaman lokal.

Dalam pemaparannya, pemateri Ferdi Dwi Cahyanto menekankan pentingnya masyarakat untuk kembali memanfaatkan bahan alami. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dinilai mampu menjadi solusi mandiri untuk menjaga metabolisme, menghangatkan tubuh, hingga mendukung ibu menyusui dalam melancarkan Air Susu Ibu (ASI).

"Pemanfaatan TOGA ini sangat efektif untuk mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia," ujar Ferdi.

Ia juga berbagi pengalaman personal tentang khasiat temulawak yang membantunya sembuh dari masalah kesehatan di masa kecil, menegaskan bahwa kearifan lokal ini telah teruji khasiatnya secara turun - temurun.

Demo Pembuatan Jamu Gepyok

Tak hanya sekadar teori, Kelompok 4 juga mengajak peserta melihat langsung proses pembuatan Jamu Gepyok. Minuman tradisional ini dikenal dengan perpaduan rasa segar, asam, dan manis yang khas.

Proses pembuatannya melibatkan bahan-bahan alami seperti rimpang (kunyit dan laos), dedaunan (daun sembukan, sogo, jambu, juwet, klayu, dan nggulun), serta pelengkap rasa berupa asam jawa, gula, dan sedikit garam.

Seluruh bahan tersebut ditumbuk menggunakan lumpang (digepyok), diperas, kemudian dimasak hingga mendidih. Inovasi ini tidak hanya bermanfaat untuk konsumsi pribadi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Jamu hasil produksi ini dikemas dalam botol dan dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp 6.000,00 per botol.

Melalui kegiatan ini, UKM P2J Unigoro berharap warga Desa Sendangrejo dapat lebih mandiri dalam mengelola kesehatan sekaligus mampu melihat peluang ekonomi dari tanaman yang ada di pekarangan rumah. (RIZ)

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0