Siswa Kelas 6 SD di Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA, Raih Penghargaan Internasional

Jul 21, 2026 - 01:11
 0  14
Siswa Kelas 6 SD di Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA, Raih Penghargaan Internasional
Ibrahim Al Abrar (12), siswa kelas 6 SD Negeri 3 Genengsari Boyolali, menunjukkan surat penghargaan (Letter of Recognition) resmi dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang diterimanya.

BOYOLALI, Lensanarasi.com — Ibrahim Al Abrar (12), anak kelas enam SD Negeri 3 Genengsari Boyolali sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional setelah menerima surat (Letter of Recognition) resmi dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Kamis (9/7/26). Anak kelas enam SD tersebut berhasil menemukan celah keamanan (bug) berupa broken hijacking pada salah satu domain publik milik NASA, dilansir dari tayangan U-News Official UTV. 

Temuan kerentanan tersebut dilaporkan secara resmi oleh Ibra melalui program Vulnerability Disclosure Policy milik NASA. Setelah melalui beberapa kali proses pengiriman dan verifikasi oleh tim keamanan NASA, laporan Ibra akhirnya dinyatakan valid hingga mendapatkan surat apresiasi resmi.

​Dikutip dari Kompas.com, Ibra menceritakan secara detail bahwa jenis kerentanan yang ia temukan pada domain utama sistem NASA dikenal dengan istilah broken link hijacking. Celah keamanan ini umumnya memanfaatkan tautan eksternal yang sebenarnya sudah mati atau kedaluwarsa, namun ternyata masih terpasang aktif di situs resmi tersebut.

​"Itu kayak link mati yang ditautin di link-nya NASA. Itu kan udah mati, bisa dihidupkan lagi dan bisa diambil alih untuk perbuatan jahat seperti phishing, informasi palsu, dan mengatasnamakan NASA," ujarnya. 

​Ketertarikan putra kedua dari pasangan Aminuddin Salas dan Hanisa Oktaviani ini terhadap dunia teknologi bermula dari hobinya bermain game. Didukung oleh orang tuanya, Ibra kemudian mulai belajar membuat game melalui coding secara otodidak. Dalam enam bulan terakhir, ia pun semakin intensif mendalami bidang keamanan siber (cybersecurity) secara mandiri melalui YouTube, kecerdasan buatan (AI), serta berbagai sumber di internet.

​Kemampuan Ibra ini tidak lepas dari lingkungan keluarganya, mengingat sang ayah berprofesi sebagai guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Negeri Kemusu, sementara ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Terinspirasi dari kisah para bug hunter dunia yang berhasil menembus sistem keamanan internasional, Ibra kini memantapkan cita-citanya untuk menjadi seorang profesional di bidang keamanan siber di masa depan.

​Pencapaian luar biasa ini diharapkan oleh orang tua Ibra dapat menjadi motivasi kuat bagi putranya untuk terus belajar. Selain itu, prestasi ini juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda lainnya agar dapat memanfaatkan teknologi secara positif guna mengembangkan kemampuan di bidang informasi dan keamanan siber. [Sep]

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0