Tahan Kemarau dan Mudah Dirawat, Mahasiswa KKN-TK Unigoro Mengenalkan Potensi Tanaman Okra di Desa Gamongan

Jul 21, 2026 - 19:21
Jul 21, 2026 - 19:57
 0  17
Tahan Kemarau dan Mudah Dirawat, Mahasiswa KKN-TK Unigoro Mengenalkan Potensi Tanaman Okra di Desa Gamongan
Mahasiswa KKN-TK Universitas Bojonegoro berfoto bersama narasumber, tamu undangan, serta warga desa Gamongan di balai desa seusai pelaksanaan acara.

Bojonegoro, lensanarasi.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN TK) kelompok 18 Universitas Bojonegoro (Unigoro) melakukan sosialisasi tanaman Okra kepada warga di desa Gamongan, Tambakrejo, Bojonegoro, Selasa (21/7/2026). Dengan menghadirkan PT Kelola Agro Makmur, kegiatan ini memaparkan budidaya tanaman okra yang tahan terhadap musim kemarau.

Sebagai pemateri, Angga Surya Wardana menjelaskan tanaman okra adalah jenis sayuran hijau berbentuk polong yang dikenal sangat tangguh terhadap musim kemarau, berasal dari Afrika membuat tanaman tersebut memiliki toleransi suhu yang tinggi.

“Okra ini tanaman yang sangat tangguh. Perakarannya dalam dan hemat air, jadi tetap bisa tumbuh subur dan produktif meski di tengah musim kemarau,” ucap Angga.

Tanaman okra bisa ditanam di ketinggian berapapun mulai dari 0 hingga 200 mdpl. Setiap 1 hektar lahan membutuhkan 6 kg benih, dengan satu lubang diisi dua biji benih. Walaupun bisa ditanam sepanjang tahun, tanah lahan yang ditanam lebih baik adalah yang jenis Alluvial, Latosol, Regosol. Dengan tingkat pH tanah berkisar antara 6,0 hingga 6,8, tergolong sangat ideal dan subur untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman okra.

Perawatan tanaman okra mulai dari pemupukan tahap pertama dilakukan saat tanaman berusia 14 hari setelah ditanam, dilanjutkan pemupukan tahap kedua saat tanaman berusia 28 hari setelah ditanam. Penyiangan juga diperlukan untuk membersihkan gulma diantara tanaman secara berkala. Angga menekankan pentingnya menjaga kelembapan tanah dengan penyiraman berkala agar tanaman tetap tumbuh optimal.

“Saat musim kemarau penyiraman dilakukan minimal 2 minggu sekali, untuk menjaga kelembapan tanah,” ujar Angga.

Untuk mengantisipasi hama tanaman okra seperti ulat, kutu hijau, dan belalang, perlu diberikan pestisida secara berkala. Penyemprotan dilakukan 5 kali mulai dari 11 hari hingga 35 hari setelah tanam.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para petani menyambut antusias komoditas okra sebagai solusi terobosan dalam menghadapi keterbatasan air saat musim kemarau. (ant)

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0