Semarak Pemira, KPUM FISIP Unigoro Tetapkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM 2025
BOJONEGORO, lensanarasi.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Bojonegoro (Unigoro) akan menggelar kegiatan Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) 2025, pada Kamis (16/1/2025) mendatang.
Dua calon yang merebutkan kursi presiden BEM KM FISIP 2025 yakni Rembran Mardika Resepta-Luluk Zumrotul Izza, pasangan calon nomor satu, Bimarsoyo Satrio-Fitri Yuliana, sebagai pasangan calon nomor dua. Pemira ini menjadi ajang demokrasi bagi mahasiswa, tidak hanya dalam proses pelaksanannya, tetapi juga dalam upayanya menyatukan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Dari kedua calon tersebut, pasangan calon nomor satu berasal dari organisasi eksternal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sedangkan pasangan calon nomor dua berasal dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Keduanya membawa pengalaman organisasi yang berbeda, siap menawarkan visi dan misi yang relevan untuk pengembangan kampus terutama dalam lingkup fakultas FISIP di Unigoro. Pemira ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih pemimpin yang dapat mewakili aspirasi mereka.
Bima Aditya, selaku ketua (Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa) KPUM Fisip Unigoro menuturkan, dalam mekanisme pemira ini, seluruh mahasiswa Fisip harus menggunakan hak suaranya sebaik mungkin.
“Ketentuan yang harus diikuti dalam melaksanakan Pemira ini, mahasiswa wajib menyertakan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau akun Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) sebagai syarat melakukan proses pemungutan suara,” tuturnya, pada (15/1/25).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pemungutan suara pada tahun ini dilakukan secara offline, pukul 09.00-13.00 WIB di Modern Class Fisip. Proses penghitungan suara diselenggarakan setelah pemungutan suara ditutup. Tim penghitungan suara yang ditunjuk akan bekerja secara independen dan melibatkan saksi dari setiap calon untuk menjaga integritas proses.
“Dengan dilaksanakannya Pemira secara offline, diharapkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan demokrasi kampus semakin meningkat. Selain itu, acara ini juga diharapkan menjadi kesempatan berharga untuk memahami dan belajar mengenai proses demokrasi yang sesungguhnya,” jelas Bima.
Dalam pelaksanannya, mahasiswa diberikan kebebasan untuk berkampanye mendukung kedua pasangan calon tersebut.
“Mahasiswa memiliki kebebasan untuk mendukung kedua pasangan calon melalui kampanye. Mereka diperbolehkan menggunakan berbagai atribut dan menjalankan kampanye tanpa batasan, selama tetap menjaga kenyamanan dan ketertiban di lingkungan kampus,” pungkasnya.
Kebebasan ini diharapkan dapat mendorong kreativitas mahasiswa dalam menyampaikan visi dan misi calon yang mereka dukung. Dengan semangat demokrasi yang positif, diharapkan kampanye berjalan dengan damai dan penuh rasa saling menghormati, sehingga menciptakan suasana yang kondusif bagi seluruh civitas akademika. [mla/red].
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0

