Cegah Emisi Karbon, Prodi Teknik Sipil UNIGORO Kenalkan Inovasi Material Green Concrete

Nov 24, 2025 - 18:59
 0  19
Cegah Emisi Karbon, Prodi Teknik Sipil UNIGORO Kenalkan Inovasi Material Green Concrete
Mahasiswa Teknik Sipil semester 5 berfoto bersama pemateri dan Tim dari PT Citicon Nusantara Industries seusai kegiatan Kuliah Praktisi bertema “Green Concrete: Solusi Material Konstruksi yang Berkelanjutan” di Gedung Mayor Sogo Unigoro.

Bojonegoro, lensanarasi.com — Program Studi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknik (SAINSTEK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar Kuliah Praktisi dengan tema Green Concrete: Solusi Material Konstruksi yang Berkelanjutan, pada mata kuliah Struktur Beton II pada Senin (24/11/2025) di Gedung Mayor Sogo Unigoro. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman akan inovasi material konstruksi ramah lingkungan sebagai upaya mitigasi tingginya emisi karbon di sektor bangunan, dengan menghadirkan Dini Fitri Sari, S.Ars., M.T. yang merupakan Marketing Manager PT Citicon Nusantara Industries, sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Sujiat, S.T., M.T. selaku Dosen Pengampu mata kuliah Struktur Beton 2. Sujiat menyampaikan bahwa pemahaman mengenai inovasi material ramah lingkungan sangat penting bagi mahasiswa, mengingat sektor konstruksi global merupakan salah satu penyumbang emisi karbon tertinggi.

“Sebagai calon insinyur sipil yang akan merancang struktur, mahasiswa perlu memahami pentingnya peran mereka dalam mendorong keberlanjutan. Inovasi material hijau sangat esensial untuk memitigasi dampak lingkungan dari konstruksi,” tegasnya

Pada sesi materi, Dini menjelaskan bahwa tingginya emisi CO₂ pada konstruksi konvensional sebagian besar disebabkan oleh penggunaan bata merah, terutama akibat proses pembakaran dalam produksinya. Sebagai solusi, ia mengenalkan teknologi Bata Ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete) produksi Citicon.

Dini memaparkan bahwa AAC dibuat dari campuran semen, pasir silika, kapur, gypsum. Bahan-bahan ini bereaksi membentuk Struktur homogen yang solid, tanpa rongga vertikal atau horizontal. menghasilkan material unggul yang ringan, tahan panas, kedap suara, dan memiliki isolasi termal yang baik.

“AAC diproduksi tanpa proses pembakaran dan menggunakan teknologi digital yang terukur. Mulai dari pengukuran bahan, pemotongan otomatis, hingga proses curing dengan autoclave,” ujarnya

Ia menambahkan, karena proses produksinya yang terukur dan tanpa pembakaran, emisi AAC jauh lebih rendah dan sesuai dengan konsep zero waste. Hal ini tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga membuat produksi material menjadi lebih efisien dengan kualitas yang lebih konsisten.

Untuk memberikan pemahaman komprehensif, mahasiswa kemudian diajak mengikuti sesi demonstrasi langsung. Demonstrasi meliputi uji panas, uji kedap suara, serta praktik pemasangan bata ringan menggunakan thinbed mortar.

Metode thinbed terbukti jauh lebih praktis dan cepat dibanding penggunaan spesi tebal pada bata merah, karena hanya membutuhkan lapisan perekat sekitar 3mm. Melalui demonstrasi ini, mahasiswa dapat melihat perbedaan signifikan terkait performa material, kecepatan kerja, dan efisiensi konstruksi secara langsung.

Melalui kegiatan ini, Prodi Teknik Sipil Unigoro berharap mahasiswa semakin terinspirasi untuk mengembangkan ide-ide dan inovasi baru yang mendukung teknologi bangunan yang lebih efisien dan ramah lingkungan di masa depan. [Sep]

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0