KKN-TK Kelompok 22 Unigoro Resmi Ditutup, Mahasiswa dan Warga Drenges Bersinergi Kembangkan Geosite Kedung Lantung
BOJONEGORO - Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 22 Universitas Bojonegoro resmi ditutup dalam sebuah acara yang berlangsung di Balai Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kamis malam (14/8/2025). Acara penutupan digelar penuh kehangatan bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para mahasiswa setelah satu bulan menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) M. Zainul Ikhwan, S.T., M.T., Kepala Desa Drenges Yaspingi, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan mahasiswa KKN dari Unugiri.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa Kelompok 22 berfokus pada pengembangan Geosite Kedung Lantung. Sejumlah program utama berhasil direalisasikan, antara lain pemasangan penunjuk arah, pembangunan pagar pembatas, sosialisasi UMKM sebagai media promosi, promosi wisata, serta penanaman pohon dan edukasi pencegahan pembuangan sampah. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan program pendamping, seperti edukasi bagi siswa dan kegiatan agustusan untuk memeriahkan HUT ke-80 RI, yang semakin mempererat hubungan dengan warga.
Acara penutupan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 22 Aldo Rizky Ramandita, DPL M. Zainul Ikhwan, dan Kepala Desa Drenges, Yaspingi. Sebagai penanda resmi berakhirnya kegiatan, Aldo menyerahkan cendera mata kepada Kepala Desa.
Kepala Desa Drenges menerima cendera mata dari mahasiswa KKN-TK Kelompok 22 Unigoro saat penutupan program, Kamis (14/8/2025).
Dalam sambutannya, Aldo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat. “Terima kasih kepada Pemerintah Desa yang telah memberikan banyak pelajaran hidup. Semoga pengalaman ini bisa kami terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih juga kepada seluruh anggota kelompok yang kompak menjalankan program hingga KKN berjalan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, DPL M. Zainul Ikhwan mengapresiasi penerimaan masyarakat selama program berlangsung. “Kami berterima kasih kepada pemerintah desa dan warga Drenges atas sambutan yang hangat. Semoga manfaat program KKN ini dapat terus berlanjut dan menjadi penguat hubungan antara kampus dengan masyarakat,” tuturnya.
Kepala Desa Drenges, Yaspingi, turut menyampaikan apresiasinya. “Kami tulus berterima kasih kepada para mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah membantu masyarakat. Semoga silaturahmi yang terjalin selama KKN tetap terjaga dan kebersamaan ini dapat berlanjut untuk kemajuan desa,” ungkapnya.
Penutupan KKN-TK Kelompok 22 tidak hanya menandai akhir program pengabdian, tetapi juga menjadi awal dari terbangunnya hubungan yang lebih erat antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat Desa Drenges. Semangat kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Geosite Kedung Lantung sekaligus peningkatan kesejahteraan warga ke depan. (dly/jnn)
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0

