AJI Bojonegoro Siap Dampingi LPM Se-Bojonegoro-Tuban: Selesaikan Keluhan Pembinaan dan Regenerasi

Nov 15, 2025 - 20:38
Nov 15, 2025 - 21:14
 0  25
AJI Bojonegoro Siap Dampingi LPM Se-Bojonegoro-Tuban: Selesaikan Keluhan Pembinaan dan Regenerasi
AJI Bojonegoro berfoto bersama perwakilan LPM dari enam kampus se-Bojonegoro dan Tuban usai kegiatan

BOJONEGORO, Lensanarasi.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk mengatasi berbagai persoalan pers mahasiswa, khususnya terkait pembinaan dan regenerasi. Dalam kegiatan Sharing & Berjejaring LPM Se-Bojonegoro dan Tuban yang digelar di Sekretariat AJI Bojonegoro, pada Sabtu (15/11/2025), AJI menyatakan siap memberikan pendampingan jurnalistik secara gratis.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dari enam kampus di Bojonegoro dan Tuban, yaitu UKM P2J Unigoro, LPM Unugiri, LPM STIKES, LPM IKIP, LPM Al Hikmah (Tuban), dan LPM Stebia.

Sesi diskusi dibuka dengan penyampaian keluhan dan dinamika pers kampus dari masing-masing perwakilan LPM. Keluhan utama yang disampaikan meliputi kurangnya pembinaan, tantangan dalam regenerasi anggota, serta isu terkait independensi redaksi di lingkungan kampus.

Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan AJI Bojonegoro Bidang Bantuan Hukum, Yusab, memberikan solusi konkret terkait pembinaan. Ia memastikan bahwa AJI siap menjadi mentor bagi para LPM.

"Masalah pembinaan dan pendampingan saya rasa hari ini sudah selesai, karena AJI bersedia mendampingi secara gratis," ungkap Yusab.

Yusab menambahkan, AJI terbuka untuk semua kebutuhan pelatihan pers kampus. 

"Misalkan, yang kalian butuhkan apa? soal jurnalisme dasar, jurnalisme fotografi, jurnalisme investigasi, jurnalisme riset. Jangan khawatir soal pendampingan sama pembinaan, sudah ada AJI," tambahnya.

Sesi diakusi dilanjutkan dengan membahas problem minimnya minat dan regenerasi di kalangan LPM, Yusap menyoroti bahwa masalah ini juga terjadi di kalangan profesional. Ia menyebutkan orientasi material sebagai penghambat utama.

"Soal minat di kalangan mahasiswa itu sama dengan kalangan dewasa juga cukup minim. Jadi after kuliah itu juga kayak gitu semua, jurnalistik itu apa sih? dan jika orientasinya material itu keuntungannya hampir tidak ada," ungkap Yusab.

Namun, ia lantas menjelaskan keuntungan fundamental menjadi jurnalis yang tidak bisa diukur secara materi.

"Keuntungan fundamental jurnalis adalah tahu banyak, walaupun sedikit. Hari ini misalkan aku liputan tentang kesehatan, penyakit TBC. Besok aku liputan tentang fikih. Dalam dua hari aku tahu tentang penyakit TBC dan fikih, misalnya fikih merokok, itu kan aku jadi tahu banyak nih, walaupun sedikit. Yang kedua, jurnalis itu kaya teman, kaya jaringan di tiap lapisan," pungkasnya.

AJI Bojonegoro berharap, dengan adanya program pendampingan gratis ini, LPM dapat terus aktif menghasilkan karya yang berintegritas, didukung jaringan AJI. (Mae)

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0